Disnakertrans Morotai Mencatat Pecari Kerja Setiap Tahun Alami Peningkatan
  • HUMAS DISNAKERTRANS
  • 14 Juni 2022
  • 20 x
naker1

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mencatat jumlah pencari kerja di morotai setiap tahun mengalami peningkatan.

Kepala Seksi Perluasan dan Penepatan Bidang Tenaga Kerja, Disnakertrans Pulau Morotai, Rahma M. Zen mengatakan, jumlah pencari kerja warga morotai di tahun 2017 berjumlah 310 orang, tahun 2018 sebanyak 304 orang, tahun 2019 meningkat sebanyak 385, di tahun 2020 meningkat lagi sebanyak 568 orang dan di tahun 2021 kembali meningkat 804 orang.

“Peningkatan ini dilihat dari
masyarakat morotai yang membuat kartu kuning, sebagai salah satu syarat untuk bisa melamar kerja di sejumlah perusahan,” ucap Rahma, kepada wartawan, Selasa (15/02).

“Namun yang sudah mendapat kerja dan tidak mendapatkan pekerjaan tidak diketahui, karena kita tidak pernah di kasih informasi dari pencari kerja yang mereka tuju. Padahal, kita sudah wanti-wanti dan diinfokan ke mereka kalau sudah diterima di kabari,” sambungnya

Rahma bilang, saat ini kendala yang di alami tidak hanya di kabupaten pulau morotai. Tapi, rata-rata kabupaten/kota yang ada di Maluku Utara juga sama.

“Rata-rata tidak ada penyampaian ke kita, kemarin saya ikut rapat di provinsi dari 10 kabupaten kota di Malut dengan kendala yang sama, karena jika kita staf turun ke lapangan kan tak mungkin saya harus ke Weda dan lainnya,” akunya

Para pekerja asal morotai, lanjut Rahma, dari tahun 2017-2019 pekerja hanya seputaran perusahaan di kabupaten pulau morotai, seperti di Jababeka dan lainya.

“Untuk pekerja ke IWIP yang ada hanya di tahun 2021-2022 saat ini. Untuk para pekerja yang keluar dari morotai di tahun 2021 mencapai 300 lebih dari pekerja terdaftar sebanyak 500 orang, dan rata-rata berijasa SMA, sementara untuk ijazah sarjana sangat kecil skali. Tingkat pendidikan ijas SMA hampir 80 persen dan melamar dengan menggunakan Ijazah sarjana hanya 1 persen, kemudian usia kerja di atas 15 tahun sampai 54 masih produktif,” jelasnya

Kalau dilihat dari pelamar kerja, kata Rahma, bahwa pengangguran di kabupaten pulau morotai tinggal 5 ribu sekian.

“Jadi kalau tidak salah dari tahun 2017-2022 tertanggal hari ini, itu pengganguran di morotai tinggal 5 ribu sekian dari jumlah penduduk sesuai data di Capil,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Nakertrans Pulau Morotai, Ansar Tibu, meminta kepada para pencari kerja harus melaporkan kembali jika sudah mendapat pekerjaan.

“Kami minta kepada pencari kerja. Ketika mereka mendapat suatu pekerjaan harus menghubungi kembali ketenaga kerjaan, agar kita bisa mencatat berapa sudah dapat pekerjaan dan belum mendapat pekerjaan. Jadi, kendala itu hanya mereka tidak menyampaikan laporan ke kita,” pintahnya